KOMPONEN MAKNA LEKSEM BERKONSEP EMPON-EMPON DALAM BAHASA JAWA (MEANING COMPONENT OF LEXEM THAT HAS EMPON-EMPON CONCEPT IN JAVANESE)

Sri Nardiati

Abstract


Penelitian ini berjudul Komponen Makna Leksem Berkonsep Empon-Empon dalam Bahasa Jawa. Teori yang digunakan ialah analisis komponen makna, dengan pendekatan intensional. Metodenya kontras dan komparasi yang didasarkan pada konsep dimensi makna. Leksem yang terliput dalam empon-empon berjumlah empat belas, dikaji berdasarkan dimensi ANATOMI, TUMBUHAN, BATANG, BUNGA, AKAR, KHASIAT, WARNA, dan TEKSTUR. Berdasarkan komponen makna bersama yang dinyatakannya, seperangkat leksem tersebut dapat dikelompokkan menjadi tujuh submedan yang terdiri atas: 1) laos, 2) bengle, puyang; 3) jae emprit, jae gajah, jae sunthi; 4) kunir, temulawak; 5) kencur, temukunci; 6) temugiring, temumangga; dan 7) temuputih, temuireng, dengan leksem empon-empon sebagai superordinatnya.

This research is entitled Meaning Component of Lexem That Has Empon-Empon Concept In the Javanese language. The theory used was an analysis of meaning components with the intentional approach. The methods were contrast and comparison based on the concept of meaning dimension. The number of lexemes was fourteen, which empon-empon as the superordinate. The lexem were approached based on ANATOMY, PLANT, STEM, FLOWER, ROOT, EFFICACY, COLOR, and TEXTURE dimensions. There were seven subfields to explain the class of lexemes. The subfields were consist of 1)laos, 2) bengle, puyang; 3) jae emprit, jae gajah, jae sunthi; 4) kunir, temulawak; 5) kencur, temukunci; 6) temugiring, temumangga; and 7) temuputih, temuireng, with the empon-empon as the superordinate.


Keywords


medan leksikal; komponen makna bersama; komponen makna pembeda; superordinat; lexical field; common component; diagnostic component; superordinate

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v45i2.233

Refbacks

  • There are currently no refbacks.