PEREMPUAN JAWA, DAYAK, TIONGHOA, DAN JEPANG DALAM NOVEL-NOVEL LAN FANG (JAVANESE, DAYAK, CHINESE, AND JAPANESE WOMEN IN LAN FANG NOVELS)

Yulitin Sungkowati

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengungkap dan mendeskripsikan gambaran perempuan Jawa, Dayak, Tionghoa, dan Jepang dalam novel-novel Lan Fang dengan perspektif feminis. Masalah yang menjadi fokus penelitian ialah bagaimanakah perempuan Jawa, Dayak, Tionghoa, dan Jepang digambarkan oleh Lan Fang dalam novel-novelnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan datanya dengan teknik baca (secara berulang-ulang) dan catat pada kartu data. Sumber datanya adalah novel Perempuan Kembang Jepun, Reinkarnasi, Kembang Gunung Purei, Pai Yin, Lelakon, dan Ciuman di Bawah Hujan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perempuan dalam novel-novel Lan Fang tidak digambarkan dengan citra yang sama. Perempuan Jawa digambarkan paling negatif, sedangkan perempuan Tionghoa digambarkan dengan citra yang paling positif. Di antara keduanya ada perempuan Dayak yang gambarannya cenderung negatif dan perempuan Jepang yang citranya cenderung positif. Hal itu menunjukkan keberpihakan Lan Fang yang berasal dari latar belakang Tionghoa pada perempuan kelompok etniknya.kelompok etniknya.

The research aims to reveal and describe the images of Javanese, Dayak, Chinese, and Japanese in Lan Fang novels through feminism perspective. The problem formulation of this research is how Javanese, Dayak, Chinese, and Japanese women are described by Lan Fang in her novels. This research was conducted using qualitative-descritive method and the data was collected using reading (repeatedly) and recording on data card. The data are Perempuan Kembang Jepun, Reinkarnasi, Kembang Gunung Purei, Pai Yin, and Ciuman di Bawah Hujan novel. The result shows that the women in Lan Fang novels were not described in same images. Javanese woman are portrayed in the most negative images, whereas Chinese women are portrayed in most positive images. Between them there are Dayak women who tend to be portrayed more negative and Japanese women to be more positive images. It shows that Lan Fang who is originally from Tionghoa background and tends to stand with women of her ethnical group.


Keywords


perempuan; etnis; citra; women; ethnic; image

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v45i2.235

Refbacks

  • There are currently no refbacks.