Lagu Istikharah Cinta Karya Yedo Kurniawan dari Grup Sigma, Dumai: Intuisi Musikal sebagai Metode Penciptaan dalam Kajian Hipersemiotik (The Istikharah Cinta Song by Yedo Kurniawan from Sigma Group in Dumai City: Hypersemiotic Research of Musical Intuition as Creation Method)

Zulkarnaen Iskandar Zaini, Wilma Sriwulan, Zainal Warhat

Abstract


Penelitian  ini membahas tentang penciptaan lagu Istikharah Cinta oleh Yedo Kurniawan grup Sigma dari Kota Dumai yang mengandalkan intuisi musikal dalam penciptaannya. Tujuan penelitan untuk mengetahui sejauh mana keterkaitan antara literasi yang bersumber dari karya sastra dan lagu-lagu yang sering didengar melekat dan menjadi intuisi kepada pengkarya/pencipta lagu seperti Yedo Kurniawan.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terciptanya lagu Istikharah Cinta ciptaan Yedo Kurniawan terinspirasi dari pengalaman pribadi sebelum menikahi perempuan pilihannya, intuisi yang diperoleh dari lagu-lagu yang sering didengar, karya sastra yang dibaca, dan pengalaman yang berkaitan dengan musik. Lagu Istikharah Cinta paling tenar dalam grup Sigma sehingga diterima oleh kalangan pencinta Nasyid dan label music, baik nasional maupun mancanegara.

This research discusses about the creation of Istikharah Cinta song written by Yedo Kurniawan of Sigma Group Dumai City, in which the song was created with musical intuition. The purpose of this research is to understand how far the interrelation between the literation which derived from literature work and listened-song, which then acquired and became the intuition of the artist or the song writer such as Yedo Kurniawan. This research uses descriptive analytic method through literature study. The research result shows that the creation of Yedo Kurniawan's Istikharah Cinta song was inspired from his personal experience before marrying his beloved woman, his intuition which influenced by the songs he used to listen, literature work, and from his experiences which related to music. Istikharah Cinta is the most famous song of Sigma that it is accepted by Nasheed Lover, and both national and international music label.


Keywords


musik nasyid; instuisi musical; lagu Istikharah Cinta; Sigma

Full Text:

PDF

References


Amir Piliang, Y. 2003. Hipersemiotik:Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra.

Artanto, M. 2016. “Mencermati Transit dan Transition dalam Aransemen Musik Nyanyian Negeriku Karya Singgih Sanjaya,” Kajian Seni, 2(2), hal. 132–150.

Asril dan Ediwar. 2016. Kritik dan Mediasi Seni. Padangpanjang: Institut Seni Indonesia Padang-panjang.

Bahasa, P. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas.

Chudnoff, E. 2013. Intuition. New York: Oxford University Press.

Damono, S. D. 2012. Alih Wahana. Depok: Editum.

Dewi, I. S. 2016. “Analisis Etika Perempuan Tokoh Utama Dalam Roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka,” e-journal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Esten, M. 1999. Kajian Transformasi Budaya. Bandung: Angkasa.

Hamka. 1982. Ayahku: Riwayat Hidup DR. H. Abdullah Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera. Jakarta: Umminda.

Hamka. 2015. Lembaga Hidup. Diedit oleh M. I. Santosa. Jakarta: Rebuplika.

Jatmika, O. B. 2016. “Suita Zodiak Komposisi Musik untuk String Kuartet dan Trio Woodwind,” Journal Of Urbarn Society’s Arts, 3(1), hal. 10–18.

John L.Elposito. 1999. The Oxford History of Islam. New York: Oxford University Press.

Jorgensen, E. R. 2003. transforming music education. Indiana: Indiana University Press, U.S.A.

Kayam, U. 1981. Seni, Tradisi, Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan.

Keith Swanwick. 2003. Musical Knowledge: Intuition, analysis and Music Education. New York: Taylor dan Fancis e-Library.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Laura Day. 1997. Practical Intuition: How to Harness the Power of Your Instinct and Make It Work for You. New York: Broadway Books.

Nierhaus, G. 2015. Patterns of Intuition: Musical Creativity in the Light of Algorithmic Composition. Diedit oleh Gerhard Nierhaus. New York: Springer.

Rasmussen, A. K. 2010. Women, the Recited Qur’an, and Islamic Music in Indonesia. London: University of California Press, Ltd.

Rohidi, T. R. 2016. Metodologi Penelitian Seni. Semaarang: Cipta Prima Nusantara.

S.I. Poeradisastra. 1993. “Dalam Berkarya Sastra pun Berdakwah dan Berkhotbah,” in Tamara, N. (ed.) Hamka di Mata Hati Umat. Jakarta: Sinar Harapan.

Sadler, E. dan Smith. 2008. Inside Intution. New York: Routledge.

Satria, E. dan Mohammed, R. 2017. “Analisis Terhadap Peranan Nasyid Dalam Dakwah,” Jurnal Ilmiah Islam Futura, 16(2), hal. 227–242.

Setiawan, E. 2015. Serba-Serbi Intuisi Musikal dan yang Alamiah Dari Peristiwa Musik. Yogyakarta: Art Music Today.

Shalahuddin dan Iskandar. 2003. Seratus Tokoh Islam Yang Paling Berpengaruh di Indonesia. Jakarta: Intimedia Cipta-nusantara.

Stever, G. 2011. “1989 Vs 2009: A comparative Analysis Music Super-star Michael Jackson and Josh Groban and Their Fans,” Journal of Media Physicology, 16(1), hal. 1–35.

Stever, G. 2016. “Meeting Josh Groban (Again): Fan/Celebrity Contact as Ordinary Behavior,” Journal of the International Association for the Study of Popular Music, 6(1), hal. 104–119.

Suwito dan Fauzan. 2003. Sejarah Pemikiran para Tokoh Pendidikan. Bandung: Angkasa.

Syaikhu, A. 1993. “Hamka: Ulama, Pujangga, Politisi,” in Tamara, N. (ed.) Hamka di Mata Hati Umat. Jakarta: Sinar Harapan.

Wahid, A. 1993. “Benarkah Buya Hamka Seorang Besar? Sebuah Pengantar,” in Tamara, N. (ed.) Hamka di Mata Hati Umat. Jakarta: Sinar Harapan.




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v46i1.289

Refbacks

  • There are currently no refbacks.