HEGEMONI PENGUASA TERHADAP WANITA DALAM PERTUNJUKAN KIDUNG SRI BEDHAYA

NFN Hartikaningsih, NFN Andayani, Prasetyo Adi Wisnu Wibowo

Abstract


Drama monolog Kidung Sri Bedhaya adalah salah satu karya dari penulis naskah Trisno Santoso. Penulis tertarik untuk meneliti drama pertunjukan bahasa Jawa dikarenakan faktor kurangnya perhatian peneliti lain terhadap naskah drama yang menggunakan bahasa Jawa. Selain itu, drama berbahasa Jawa ini disajikan dalam bentuk yang berbeda dan menarik, yakni berbentuk monolog. Penelitian ini dilakukan dengan melihat video secara berulang-ulang, mentranskrip dari suara ke tulisan, kemudian dikaji dengan menggunakan pendekatan feminisme. Metode yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Perempuan merupakan citra yang sangat menarik untuk dibahas oleh para sastrawan. Seringkali sosok perempuan ditempatkan di bawah kekuasaan laki-laki yang mempunyai kedudukan dan kekuasaan di suatu wilayah. Laki-laki yang berkuasa di wilayah tersebut tidak bisa memisahkan kepentingan diri sendiri dan kepentingan umum. Mereka seringkali lupa, bahwa berlaku sewenang-wenang kepada keluarga, abdi, maupun masyarakat tidak diperbolehkan. Akan tetapi, kekuasaan seolah-olah membutakan batasan kepentingan tersebut. Melalui Kidung Sri Bedhaya, kita dapat melihat hegemoni penguasa terhadap wanita.

Keywords


sastra Jawa, feminisme, hegemoni, drama

Full Text:

PDF

References


Budi, L. S., & Widyastuti, D. 2017. "Self-Determination to Fight Oppressions as Seen in the Main Character of The Color Purple by Alice Walker". Journal of Language and Literature, 17 (2), 116–-124. https://doi.org/10.24071/JOLL.2017.170202

Fajarini, S. M. L. A. 2017. "The Swings of Selendang: a Deconstruction Point of View of Tohari’s Ronggeng Dukuh Paruk (The Dancer)". Journal of Language and Literature, 17 (2), 161–-166. https://doi.org/10.24071/JOLL.2017.170207

Kavya, B. 2012. Marial Rape in Shashi Deshpande’s Fiction. Indian Streams Research Journal, II (IV), 780.

Moleong, J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ratna, N. K. 2010. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra dari Strukturalisme hingga Poststrukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rokhmansyah, A. 2014. Studi dan Pengkajian Sastra: Perkenalan Awal terhadap Ilmu Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Ruruk, L. H. L., & Rosiandani, N. L. P. 2015. "The Resistance of Women towards Sexual Terrorism in Eve Ensler’s The Vagina Monologues". Journal of Language and Literature, 15 (1), 46–-56.

Safitri, N. D., & Aesthetika, N. M. 2016. "Makna Khitan Perempuan dalam Film Pertaruhan Segmen 'Untuk Apa'". KANAL: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2 (2), 169–-178. https://doi.org/10.21070/kanal.v2i2.297

Setyawan, B. W., Saddhono, K., & Rakhmawati, A. 2017. "Sociological Aspects and Local Specificity in the Classical Ketoprak Script of Surakarta Style". Journal of Language and Literature, 17 (2), 144–-151. https://doi.org/10.24071/JOLL.2017.170205

Simon, R., Kamdani, Baehaqi, I., & Fakih, M. 2004. Gagasan-Gagasan Politik Gramsci. Yogyakarta: INSIST bekerjasama dengan Pustaka Pelajar.

Stević, A. 2017. "Stephen Dedalus and Nationalism without Nationalism". Journal of Modern Literature, 41 (1), 40–-57. https://doi.org/10.2979/jmodelite.41.1.04

Suaka, I. N. 2014. Analisis Sastra: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Ombak Dua.

Sugihastuti, & Suharto. 2010. Kritik Sastra Feminis: Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sulaksono, D., & Sadhono, K. 2018. "Javanese Aesthetics Value in Mintaraga Gantjaran by Prijohoetomo". Proceedings of the International Seminar Tri Marta: Exploring and Identifying the Dynamics and its Challenges of Cultural Transformation.

Sungkowati, Y. 2017. "Perempuan Jawa, Dayak, Tionghoa, dan Jepang dalam Novel-Novel Lan Fang (Javanese, Dayak, Chinese, and Japanese Women in Lan Fang Novels)". Widyaparwa, 45 (2), 109–-119. https://doi.org/10.26499/wdprw.v45i2.235

Turaeni, N. N. T. 2010. "Resistensi Perempuan Multikultural dalam Novel Seroja Karya Sunaryono Basuki: Kajian Feminis". Atavisme, 13 (2), 257–-264. https://doi.org/10.24257/atavisme.v13i2.136.257-264




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v47i2.196

Article Metrics

Abstract view : 162 times
PDF - 66 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by