WACANA ANTIKORUPSI DALAM PUISI INDONESIA MODERN KAJIAN SOSIOPRAGMATIK

Novi Siti Kussuji Indrastuti

Abstract


Kajian ini bertujuan mengemukakan masalah korupsi yang digambarkan dalam puisi, mengungkapkan pesan kepada pembaca yang terkandung dalam penggambaran masalah korupsi tersebut, dan mengungkapkan cara pesan tersebut disampaikan kepada pembaca melalui puisi. Dalam kajian ini digunakan metode kualitatif dan kepustakaan dengan pendekatan sosiopragmatik. Data diambil dari sumber yang telah dipublikasikan secara cetak maupun daring. Puisi yang dijadikan data adalah puisi bertema korupsi. Puisi dikaji dengan menganalisis representasi realitas sosial yang terkait dengan masalah korupsi di Indonesia, selanjutnya menganalisis pesan dan cara penyampaiannya kepada pembaca. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa masalah keburukan para koruptor melalui gaya satire-sarkas ditujukan sebagai persuasi kepada pembaca untuk menolak korupsi, masalah sanksi hukum yang ringan bagi koruptor Indonesia jika dibandingkan negara lain digunakan untuk membangkitkan kesadaran pembaca agar berpikir kritis, masalah maraknya budaya suap lewat alegori bertujuan menguatkan kewaspadaan terhadap korupsi, dan masalah dampak korupsi dengan gaya humor yang ironis dimaksudkan sebagai sarana penyadaran untuk memerangi korupsi.


Keywords


antikorupsi, kritik, sosiopragmatik

Full Text:

PDF

References


Abrams, M. H. 1981. A Glossary of Literary Terms. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Bisri, M. 2002. Negeri Daging. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Damono, S. D. 1984. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pem-binaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dubey, Ajun. 2013. “Literature and Society”. IOSR Journal of Humanities and Social Science. Vol. 9. Issue 6. Hlm. 84—85. Diakses dari www. iosrjournals.orgl, 1 Mei 2019.

Duhan, Roshni. 2015. “The Relationship between Literature and Society”. Language in India. Vol. 15 Issue 4, p192-202. Diakses dari https://web.a. ebscohost.com/

Endraswara, S. 2004) Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

Escarpit, R. 2005. Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Ismail, T. 2000. Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia. Jakarta: Yayasan Indonesia.

Luxemburg, J. van. 1984. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia.

Moleong, L. J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Pradopo, R. D. 1997. Prinsip-Prinsip Kritik Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ratna, N. K. 2008. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rendra. (2011). “Pantun Koruptor”. Diakses dari https://www.kompasiana. com, 20 Maret 2018.

Soemanto, B. 2001. Jagat Teater. Yogya-karta: Media Pressindo.

Sujiwotejo. (2007). “Puisi Lautan Tangis”. Diakses dari https://sujiwotejo. com, 15 Maret 2018.

Sylado, R. 2004. Puisi Mbeling. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Taum, Y. Y. 2015 Sastra dan Politik: Representasi Tragedi 1965 dalam Negara Orde Baru. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Thukul, W. 2004. Aku Ingin Jadi Peluru. Tangerang: Agromedia Pustaka.

Weber, Hannah A. “Literature as a Social Tool: Education and Cohesion or Class Domination?”. Inquiries Journal: Social Sciences, Arts & Humanities. 2012. Vol. 4. No. 1. Diakses dari www. inquiriesjournal.com, 1 Mei 2019.

Wellek, R. & Austin W. 1990. Teori Kesusastraan. Madison: Melani Budianta (transletter). Jakarta: Pustaka Jaya.




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v47i1.314

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by