DINAMIKA PERKEMBANGAN TEATER INDONESIA Di YOGYAKARTA

Herry Mardianto

Abstract


Pertumbuhan dan perkembangan sastra di Yogyakarta menjadi salah satu barometer bagi perkembangan sastra di daerah lain di Indonesia, terlebih perkembangan pementasan dramanya. Setidaknya hal ini dapat dicermati dari pengaruh pementasan Bipbop-nya Rendra sampai pemanggungan monolog Butet Kertarejasa. Konsep-knsep pementasan Rendra dan Butet KErtarejasa terasa begitu kuat dan dicontoh oleh kelompok teater lain, baik yang berada di Jakarta, Surabaya, maupun kelompok-kelompok teater yang tumbuh di kota-kota kecil di Indonesia. Kajian ini ingin melihat bagaimana pertumbuhan kelompok teater, sistem pementasan, dan tanggapan audience terhadap pementasan tersebut melalui isau bedah makro sastra dan penjelajahan existing documentation dengan tujuan mengumpulkan informasi mengenai system pementasan, penulisan naskah, dan system kritik drama di Yogyakarta pada tahun 1980-2000.

Growth and development of literature in Yogyakarta has became on of barometers for literary development in other places in Indonesia, primarily the plays performance development. At least, it could be viewed from the influence of Bipbop performance by Rendra to the monologue performance by Butet Kertarejasa. Those performance concepts were much influenced and deserved to be imitated by other theatres group, either in Jakarta, Surabaya, or those that grew in small cities in Indonesia. This review tried to portray the growth of theatre groups, their performance system and audience response to the performance using literary macro and existing documentation gathering in order to collect information about performance, text writing and plays critique system in Yogyakarta between 1980 and 2000.


Keywords


drama; Yogyakarta; makro sastra; kritik; existing documentation;

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v39i2.33

Refbacks

  • There are currently no refbacks.