INTERTEKSTUALITAS SAJAK “KAMPUNG” DAN CERPEN “DILARANG MENYANYI DI KAMAR MANDI” DALAM PERSPEKTIF POSMODERNISME

Suyono Suyatno, Dina Amalia Susamto

Abstract


This study aims to discover the intertextuality of the poem "Kampung" by Subagio Sastrowardojo and the short story "Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi" by Seno Gumira Ajidarma. The problem discussed is the realization of the short story text of "Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi" as a postmodernist work seen in its aesthetic tool. The theoretical framework applied in this paper is intertextuality and postmodernism, while the method used is a qualitative method with a hermeneutic approach. The result of this study shows that "Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi" in fact substantially confirms the hypnogram,  the problem of the individual conflict with the social environment. However, in a postmodernist style "Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi" demonstrates resistance to the former aesthetics or its hypogram and utilizes intertextuality by means of pastiche, kitsch, schizophrenia, and parody to express the poetic. In addition, the short story has also shifted the perspective differently than its hypogram by displaying the female protagonist as a victim of gender bias thus, it  has a feminist atmosphere, while the hypogram represents lyrical characters identical to men. The last point is appropriate with the postmodernist obsession to voice the minorities and oppressed, including those who are marginalized.

Penelitian ini bertujuan mengungkap intertekstualitas sajak “Kampung” karya Subagio Sastrowardojo dan cerpen “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” karya Seno Gumira Ajidarma. Masalah yang dibahas ialah bagaimana cerpen “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” sebagai cerpen posmodernis merealisasikan intertekstualitas sebagai puitika/sarana estetika posmodernis? Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori intertekstualitas dan posmodernisme. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa cerpen “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi”, dari sisi substansi mengukuhkan hipogramnya, yakni masalah konflik individu dengan lingkungan sosialnya. Namun, sebagai cerpen posmodernis, “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” melakukan “perlawanan” terhadap estetika hipogramnya dan memanfaatkan intertekstualitas dengan sarana pastiche, kitsch, skizofrenia, dan parodi untuk mewujudkan puitikanya. Selain itu, cerpen tersebut juga telah melakukan pergeseran perspektif terhadap hipogramnya dengan menampilkan protagonis perempuan sebagai seorang korban bias gender sehingga cerpen ini beratmosfer feminis, sementara hipogramnya merepresentasikan tokoh lirik yang identik dengan laki-laki.  Hal terakhir ini sejalan dengan obsesi kaum posmodernis untuk menyuarakan pembelaan terhadap kaum minoritas dan tertindas, termasuk mereka yang tersisih secara gender.


Keywords


intertextuality; postmodernist; pastiche; kitsch; parody; intertekstualitas; posmodernis; pastiche; kitsch; parodi

Full Text:

PDF

References


Ajidarma, Seno Gumira. 1995. “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi.” Hlm. 91--103 dalam Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi. Jakarta: Subentra Citra Pustaka.

Ayasrah, Mohamed Ayed, and Mohd Nazri Latiff Azmi. 2019. “Intertextuality Between T. S Eliot and Al Sayyab’s Poetry.” International Journal of English Linguistics 9 (3): 78. https://doi.org/10.5539/ijel.v9n3p78

Botz-Bornstein, Thorsten. 2016. “The Aesthetic Experiences of Kitsch and Bullshit.” Literature & Aesthetics 26 (2): 305–21. https://doi.org/10.1353/phl.2015.0053

Ekasiswanto, Rudi. 2020. “Analisis Cerpen ‘Robohnya Surau Kami’ Karya A.A. Navis Dalam Perspektif Posmodernisme Linda Hutcheon.” Sasdaya: Gadjah Mada Journal of Humanities 4 (1): 27. https://doi.org/10.22146/sasdayajournal.54566

Fadilla, Siti, Sulaiman Juned, and Nursyirwan. 2018. “Ekranisasi Novel ke Film Surga yang Tak Dirindukan 2 dengan Kajian Interteks.” Widyaparwa 46 (2): 220–30. https://doi.org/10.26499/wdprw.v46i2.172

Faisal, Radfan. 2015. “Kajian Postmodernisme pada Novel ‘Maryamah Karpov’ Karya Andrea Hirata.” Jurnal Artikulasi 7 (1): 396–414.

Faruk, Faruk. 2019. “Humanisme Karya-Karya Sastra Pramoedya Ananta Toer: Sebuah Pergulatan Diskursif.” Atavisme 22 (1): 1–14.

Fitria. 2015. “Perahu Dan Kupu-Kupu: Analisis Postmodern Lyotard Terhadap Cerpen Karya Seno ‘Perahu Yang Muncul Dari Balik Kabut.’” Kandai 11 (2): 189–205.

Fitriana, Dewi Nur. 2017. “Identitas Budaya dalam Novel Kembar Keempat Karya Sekar Ayu Asmara: Kajian Postmodernisme.” Academica 1 (1): 81--93.

Fuller, Andy. 2017. “Seno Gumira Ajidarma and the Imagining of Jakarta.” Amsterdam University Press.

Haberer, Adolphe. 2007. “Intertextuality in Theory and Practice.” Literatūra 49 (5): 54–67. https://doi.org/10.15388/Litera.2007.5.7934

Hicks, Stephen Ronald Craig. 2011. Explaining Postmodernism: Skepticism and Socialism from Rousseau to Foucault. China: Ockham’s Razor Publishing.

Humaidi, Zuhri. 2015. “Islam Dan Lokalitas.” Universum 9 (2): 199–212. https://doi.org/10.30762/universum.v9i2.86

Hutcheon, Linda. 2004. A Poetics of Postmodernism: History, Theory, Fiction. London: Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203358856

Ilham, Iromi. 2018. “Paradigma Postmodernisme; Solusi Untuk Kehidupan Sosial?” Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) 12 (1): 1–23.

Ilunina, Anna A. 2018. “Theoretical Aspects of Problem of Intertextuality in Modern Literary Studies.” Hlm. 162–67 in Topical Problems of Philology and Didactics: Interdisciplinary Approach in Humanities and Social Sciences. Vol. 312. https://doi.org/10.2991/tphd-18.2019.32

Nasri, Daratullaila. 2017. “Oposisi Teks Anak dan Kemenakan Karya Marah Rusli: Kajian Intertekstual Julia Kristeva.” Kandai 13 (2): 205--222. https://doi.org/10.26499/jk.v13i2.92

Nurhidayah, Sri;, and Rahmat Setiawan. 2019. “Lanskap Siber Sastra: Postmodernisme, Sastra Populer, dan Interaktivitas.” Jurnal Poetika 7 (2): 136–47. https://doi.org/10.22146/poetika.v7i2.50779

Piliang, Yasraf Amir. 2003. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Bandung: Jalasutra.

Prihantono, Kahar Dwi. 2018. “Estetika Posmodern Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Saut Situmorang.” Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Dan Kesastraan 6 (1): 21–35. https://doi.org/10.31813/gramatika/6.1.2018.132.21--35

Pujiharto. 2005. “Konstruksi Postmodern dalam Novel.” Litera 4 (Januari 2005): 88--97. https://doi.org/10.21831/ltr.v4i01.4886

Purwantini, Purwantini. 2017. “Dekonstruksi Struktur Penceritaan dalam Novel Arok-Dedes: Kajian Intertekstual.” Atavisme 20 (2): 197–210. https://doi.org/10.24257/atavisme.v20i2.306.197-210

Sastrowardojo, Subagio. 1971. “Kampung.” Hlm. 35--36 dalam Simphoni. Jakarta: Pustaka Jaya.

Satriani, Irma. 2016. “Postmodernisme dalam Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami.” Retorika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya 9(1):25–32. https://doi.org/10.26858/retorika.v9i1.3790

Singh, Alka. 2016. “Reading Canada and the Postmodernist Culture in Linda Hutcheon’s The Politics of Postmodernism.” Journal of Applied Cultural Studies 2.

Soedjarwo; Prihatmi, Th. Sri Rahayu; Yudiono K.S., Yudiono K. S. 2001. Puisi Mbeling: Kitsch dan Sastra Sepintas. Magelang: IndonesiaTera.

Supena, Ahmad. 2013. “Puitika Posmodernisme dalam Novel Kitab Omong Kosong Karya Seno Gumira Ajidarma.” Universitas Gadjah Mada.

Supriyadi. 2016. “Jurnal Poetika Vol. IV No. 2, Desember 2016 Posmodernisme Linda Hutcheon.” IV (2): 129--133. https://doi.org/10.22146/poetika.17532

Suyatno, Suyono. 2017. “Ekspresi Estetik Posmodernis dalam Museum Penghancur Dokumen Karya Afrizal Malna.” Widyaparwa 45 (2): 120–36.

Syafruddin, Dudy. 2010. “Riak-Riak Posmodern dalam Cerpen Abracadabra Karya Danarto.” Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa 4 (1): 18--26. https://doi.org/10.24036/ld.v4i1.7390

Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. I. Jakarta: Pustaka Jaya.

Wibisono, Muhammad Agung; Widiowati, Widowati. 2018. “Unsur Pewayangan Cerita Mahabarata Versi Nano Riantiarno dalam Novel Wisanggeni Sang Buronan Karya Seno Gumira Ajidarma: Kajian Intertekstual.” Caraka 4 (2): 52–62. https://doi.org/10.30738/caraka.v4i2.2845

Zengin, Mevlüde. 2016. “An Introduction to Intertextuality as a Literary Theory: Definitions, Axioms, and the Originators.” Pamukkale University Journal of Social Sciences Institute 2016 (50): 299–327. https://doi.org/10.5505/pausbed.2016.96729




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v48i2.429

Article Metrics

Abstract view : 170 times
PDF - 66 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by