SASTRA PROPAGANDA: SEBUAH STUDI KASUS TEMBANG MACAPAT PADA ERA ORDE BARU DI KMD KANDHA RAHARJA

Dhanu Priyo Probowo

Abstract


Kehadiran sastra sebagai bagian dari ekspresi masyarakat dapat memanifestasikan fenomena kehidupan dalam kelembagaan karya. Sastra sebagai lembaga sosial yang memuat gambaran kehidupan realitas manusia dapat digunakan sebagai media penyebaran suatu kebudayaan. Sebagai karya bertendens, tembang macapat di KMD Kandha Raharja dipakai untuk menanamkan hegemoni. Hegemoni ditujukan untuk mempertahankan kekuasaan dan sebagai sarana pembentuk kebudayaan dan tradisi masyarakat. Tembang macapat yang dimuat di KMD Kandha Raharja berhasil menjadi media hegemoni pemerintah atas karya sastra. Dilihat dari estetika konvensi dasar penyusunan telah memenuhi syarat, tetapi tembang-tembang macapat itu tidak memperhatitan faktor-faktor filosofi/isi yang kontemplatif. Pada Zaman Orde Baru, propaganda politik lewat kesusastraan dilakukan lewat media massa/surat kabar/majalah. Media massa ditempatkan sebagai ujung tombak Orde Baru dalam rangka mewujudkan cita-citanya dalam membangun bangsa. KMD Kandha Rahardja diterbitkan masyarakat pedesaan. KMD Kandha Raharja menjadi sastra propaganda dari rezim Orde Baru. Dalam tulisan ini, dipergunakan teori hegemoni sastra untuk mengungkapkan persoalan sastra (tembang macapat) proganda. Penelitian sastra bersifat penelitian kepustakaan. Oleh karena itu, dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode kepustakaan.

 

Literature existence as social expression part could manifest living phenomena in works institution. Literature as social institution that portrays human reality life is functionable as cultural spreading media. Tembang Macapat KMD Kandha Raharja, as tendentious works, is made use to establish hegemony to defend authority and as means to form social tradition and culture. Tembang Macapat in KMD Kandha Raharja his successfully become hegemony media over literary works. The Tembang Macapat had been appropriate to basic convention aesthetics, but it was still incoutious to contemplative philosophy factors philosophy factor. In New Order Era, political propaganda through literature was carried out through mass media/newspapers/magazines. Mass media was placed as Ney Order Era pioneer in realize its nation building idealism. KMD Kanda Raharja was published by village dweller. KMD Kandha Raharja became propaganda literature of New Order Era regime. This paper uses hegemony theory to reveal propaganda literature problem (Tembang Macapat). This research is a library research, therefore it uses library method in collecting data.


Keywords


sastra; tembang macapat; propaganda; hegemoni; literature; hegemony

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v40i2.53

Refbacks

  • There are currently no refbacks.