TUTURAN PENOLAKAN OLEH PENUTUR BAHASA KOMERING DI PULAU GEMANTUNG, OGAN KOMERING ILIR

NFN Mukhamdanah, NFN Inayatusshalihah

Abstract


Refusal is the form of speech act that has the most potential threat to the face, both the listeners and speakers. In communication, if the rules that apply to society are not obeyed, it will have an impact. This study explains how the speech acts taken by Komering speakers in Ogan Komering Ilir, South Sumatra when rejecting children's requests. By involving several parents who already have children, the data is collected through questionnaires and open-ended data. The data are classified and analyzed based on the form and pattern of refusal speech realization. Determination of the form and speech realization is done by using the basic technique in the form of a deciding element, namely classifying the elements that determine the form and pattern of speech realization used by respondents in rejecting requests. The form of speech here is related to sentence construction, i.e. declarative, interrogative or imperative, while the realization is related to various forms of refusal speech used by the speakers. As a result, although it has relative power and a higher level of imposition compared to speech partners, the use of hedges to soften the power of refusal continues. Parents tend to use speech acts that employ greetings and apologies also give reasons for rejection and alternatives. Values for respecting speech partners with relative power and lower levels of imposition are still transmitted by people to their children.

Tindak tutur penolakan merupakan bentuk tindak tutur yang paling berpotensi mengancam muka, baik petutur maupun penutur. Dalam sebuah komunikasi, jika aturan-aturan yang berlaku pada masyarakat tidak dipatuhi, maka akan menimbulkan dampak. Kajian ini menjelaskan bagaimana bentuk tindak tutur yang dilakukan penutur bahasa Komering di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan ketika menolak permintaan anak. Dengan melibatkan beberapa orang tua yang telah memiliki anak, data dijaring melalui kuesioner dan pertanyaan terbuka. Data diklasifikasikan dan  dianalisis  berdasarkan bentuk dan pola realisasi tuturan penolakan. Penentuan bentuk dan realisasi tuturan menggunakan teknik dasar berupa pilah unsur penentu, yakni mengklasifikasi unsur yang menentukan bentuk dan pola realisasi tuturan yang digunakan responden dalam menolak permintaan. Bentuk tuturan di sini berkaitan dengan konstruksi kalimat, deklaratif, interogatif, atau imperatif, sedangkan realisasi berkaitan dengan berbagai wujud tuturan penolakan yang digunakan oleh penutur. Hasilnya, meskipun mempunyai kekuasaan relatif dan tingkat imposisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mitra tutur, penggunaan pagar (hedge) untuk memperlunak daya penolakan tetap dilakukan. Orang tua cenderung menggunakan bentuk tindak tutur yang menggunakan kata sapaan, permintaan maaf, memberikan alasan penolakan dan alternatif pengganti. Nilai-nilai untuk menghargai mitra tutur dengan kekuasaan relatif dan tingkat imposisi yang lebih rendah tetap ditransmisikan oleh orang tua ke anak-anaknya.



Keywords


speech act; rejection; politeness; relative power; tindak tutur; penolakan; kesantunan; kekuasaan relatif

Full Text:

PDF

References


Arisnawati, Nurlina. 2012. “Strategi Kesantunan Tindak Tutur Penolakan Dalam Bahasa Makassar.” Sawerigading 18 (1): 113–20.

Astuti, Sri Puji. 2019. “Tuturan Langsung Dan Tidak Langsungntara Penjual Dan Pembeli Di Pasar Tradisional Semarang.” Nusa 14 (2): 239–52. https://doi.org/10.14710/nusa.14.2.239-252

Astuti, Wiwiek Dwi. 2018. “Persepsi Tindak Tutur Ekspresif Marah Masyarakat Suku Betawi Di Kecamatan Beji, Depok: Kajian Sosiopragmatik.” Widyaparwa 46 (1): 30–48. https://doi.org/10.26499/wdprw.v46i1.162

Fitriah, Farrah, and Siti Sarah Fitriani. 2017. “Analisis Tindak Tutur Dalam Novel Marwah Di Ujung Bara Karya R.H. Fitriadi.” Master Bahasa 5 (1): 51–62.

Gunarwan, Asim. 2007. Pragmatik: Teori Dan Kajian Nusantara. Jakarta: Universitas Atma Jaya.

Jahdiah. 2011. “Ungkapan Penerimaan Dan Penolakan Dalam Bahasa Banjar.” Sawerigading 17 (3): 405–12.

Mukhamdanah. 2016. Kesantunan Berbahasa Pada Masyarakat Komering. Jakarta.

Nabilah, Septa Widya Etika Nur Imaya. 2018. “Bentuk-Bentuk Penolakan Verbal Dalam Bahasa Indonesia Mahasiswa ASEAN Studies Universitas Walailak Thailand.” 1–20. Retrieved (http://repositori.kemdikbud.go.id/9975/1/dokumen_makalah_1540534603.pdf).

Partana, Paina. 2010. “Pola Tindak Tutur Komisif Berjanji Bahasa Jawa.” Widyaparwa 38 (1): 81–89.

Rosa, Rusdi Noor. 2010. “Refusal Strategies Used by Male and Female Sellers At Pasar Raya Padang.” Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa Dan Pembelajaran Bahasa 4 (1): 49–58. https://doi.org/10.24036/ld.v4i1.7394

Sariasih, Yanti. 2017. “Analisis Tindak Tutur Bahasa Komering Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir.” Jurnal Bindo Sastra (2): 79–86. https://doi.org/10.32502/jbs.v1i2.694

Sattar, Hiba Qusay Abdul, Salasiah Che Lah, and Raja Rozina Raja Suleiman. 2011. “Refusal Strategies in English by Malay University Students.” Gema Online Journal of Language Studies 11 (3): 69–81.

Siregar, Bahren Umar. 2011. Seluk Beluk Fungsi Bahasa. Cetakan I. Jakarta: Pusat Kajian Bahasa dan Budaya UNIKA Atmajaya.

Sudirman, A.M., Dedy Subandowo, Ichsan Dacholfany. 2019. “Language Kinship Between Komering Variation and Lampung Menggala.” Sasdaya: Gadjah Mada Journal of Humanities 3 (1): 1–13. https://doi.org/10.22146/sasdayajournal.43883

Sugiriningsih, Dyah. 2013. “Tuturan Penolakan Perintah dalam Ranah Keluarga di Kampung Karanggading Kota Magelang.” Sutasoma 2 (1): 1–6.

Widyasari. 2013. “Strategi Kesantunan Sponsor Dan Prospek Dalam Perekrutan Multilevel Marketing.” Tesis Universitas Diponegoro.

Yule, George. 2006. Pragmatik. Cetakan I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v48i2.542

Article Metrics

Abstract view : 74 times
PDF - 21 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by