MINANGKABAU DALAM KABA CINDUA MATO

Aimifrina Aimifrina

Abstract


Kesusastraan Minangkabau yang terpenting adalah kabaKaba merupakan cerita rakyat Minangkabau yang berisi falsafah hidup berdasarkan kebiiaksanaan masyarakat Minangkabau dalam seluruh aspek kehidupannya. Untuk mengetahui falsafah hidup dan makna yang berada dibalik falsafah hidup tersebut dapat dilakukan dengan menganalisis Kaba Cindua Mato. Teori yang digunakan adalah teori struktural Levi-Strauss dengan metode deskriptif. Hasil pembahasan diperoleh bahwa terdapat relasi antartokoh dan kontradiksi tokoh pada kaba tersebut. Relasi antartokoh antara tokoh yang tinggal di daerah Luhak Tanah Datar dengan daerah Rantau Luhak Tanah Datar. Daerah Luhak, yaitu Dang Tuanku, Bundo Kanduang, dan Cindua Mato, sedangkan daerah rantau ialah Imbang Jayo, Rajo Mudo, dan Tiang Bungkuk. Kontradiksi terjadi antara Dang Tuanku dengan Imbang Jayo, Bundo Kanduang dengan Rajo Mudo, dan Cindua Mato dengan Tiang Bungkuk. Dari relasi intirtokoh dan kontradiksi dapat diketahui maknanya adalah (1) prosedur pelaksanaan hukum dan mendapat keadilan untuk semua warga adalah sama;(2) masalah diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan musyawarah; (3) fitnah menimbulkan permusuhan, peperangan, dan pembunuhan; (4) kejujuran, kesetiaan, dan tanggung jawab dapat mengangkat martabat dan derajat seseorang, (5) kebenaran berita perlu diselidiki, baru menentukan sikap; (6) penguasa harus memberi contoh yang baik dan menjadi panutan bagi warganya.

 

Most important thing in Minangkabau literature is kabaKaba is Minangkabau folktale that contains living philosophy based in Minangkabau society wisdom among its living aspects. To find out living philosophy and meaning behind it, this research is conducted to analyze Kaba Cindua Mato using structural theory by Levi-Strauss with descriptive method. The result shows that there is characters relationship and contradiction in kaba. The character relationship who live in Luhak Tanah Dotor and Rantau Luhak Tanah Datar. Character in Luhak are Dang Tuanku, Bundo Kanduang, and Cindua Mato, while in Rantau is Imbang Jayo, Bundo Kanduang with Rajo Mudo, Cindua Mato and Tiang Bungkuk. From the characters relationship and contradiction, it can be found meaning that (7) law execution procedure and rights in receiving justification for all people are equal; (2) problems could be done in friendship and discussion; (3) betrayal stimulate hostility, war, and homicide; (4) honesty, obey, and responsibility could raise someone dignity; .(5) news truth need to be investigated, then followed by attitude definition; (6) author has to give good example and is able to be model for his people.


Keywords


Minangkabau; Kaba; relasi dan kontradiksi; makna; relation and contradiction; meaning

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v41i2.72

Refbacks

  • There are currently no refbacks.